 |
Dr.Ing.Fauzi Bowo |
Fauzi Bowo lahir dengan nama Muhammad Fauzi Bin
Johari Bin Bowo, di Kebun Kelapa (Batu Tulis), Jakarta Pusat
pada tanggal 10 April 1948. Fauzi berasal dari keluarga Betawi
yang taat beragama. Kakeknya adalah pendiri N.UFauzi Bowo Fauzi
Bowo lahir dengan nama Muhammad Fauzi Bin Johari Bin Bowo, di
Kebun Kelapa (Batu Tulis), Jakarta Pusat pada tanggal 10 April
1948.
Fauzi berasal dari keluarga Betawi yang taat beragama.
Kakeknya adalah pendiri N.U Teknokrat sekaligus Birokrat Ia
meraih gelar Doktor Ingenieur dari Fachbereich Architektur/Raum
Und Umweltplanung-Baungenieurwesen Universitat Kaiserlautern
Republik Federasi Jerman, 2000, ini seorang pekerja keras dan
berdisiplin. Banyak bekerja sedikit bicara. Sebelumnya, beliau
masuk Fakultas Teknik Universitas Indonesia 1966-1967, sebelum
kemudian melanjutkannya di Technische Universitat Brunschweig,
Jerman. Dari universitas ini dia meraih gelar Sarjana Arsitektur,
bidang Perencanaan Kota dan Wilayah.
Beberapa tahun kemudian, dia melanjutkan pendidikan
arsitekturnya pada Universitat Kaiserlautern, Jerman, dan
memperoleh gelar Doktor Ingenieur (Ing) dengan predikat Cum
Laude, saat itu ia menengajukan disertasinya mengenai pola tata
ruang kota Jakarta.
Fauzi merintis karies sebagai Kepala Biro II Pemda DKI yang
membawanya menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Menikah dengan Hj.
Sri Hartati dan dikaruniai tiga orang anak, kemudian mendalami
pendidikan pemerintahan dan kepemimpinan dengan mengikuti
Sespanas (1989) dan Lemhanas (2000).
Fauzi Bowo lebih akrab
dipanggil Foke adalah contoh birokrat sekaligus teknokrat yang
profesional namun merakyat. Beliau telah mencalonkan diri
sebagai Calon Gubernur DKI periode 2007 oleh beberapa partai,
LSM dan Badan Musyawarah (Bamus) Betawi .Sebelumnya dia
berpasangan dengan Sutiyoso, dan terpilih sebagai Wakil Gubernur
pada periode sebelumnya. Diperkirakan, Fauzi Bowo akan
menggantikan Sutiyoso melalui Pilkada langsung 2007.Dalam posisi
sebagai Sekwilda bahkan sebagai Wakil Gubernur, Fauzi tidak
banyak bicara. beliau lebih banyak berkarya daripada
bicara.Demikian pula kiprahnya di organisasi olahraga, ia sempat
mengikuti "pusdik"sepakbola di MBFA, Lapangan Banteng ketika
masih muda, sedangkan ketika menjadi pejabat, ia sempat menjadi
ketua umum IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) dan Ketua KONI
DKI Jakarta.
.
arsip

|
|

|