 |
Parthenon, Greece (Yunani) |
Acropolis
adalah dataran tinggi berbatu setinggi 156 m, dan
ada beberapa reruntuhan bangunan kuno yang dulunya
adalah kuil yg menjadi pusat sejarah Athena. Kini
Acropolis menjadi bukti sejarah kebanggaan Athena
tentang kejayaan sekitar 2.400 tahun lalu.
Acropolis mulai dibangun 1.300 tahun s.m sebenarnya
sebuah kota kecil yang permai, sampai kerajaan
Persia menghancurkannya di tahun 480 sebelum masehi.
Setahun kemudian tentara Yunani mengalahkan Persia
dan membangun ulang kuil-kuil itu. Antara tahun 467
sampai 404 s.m bangunan tersebut selesai dibangun.
Pada tahun 1834 Athena menjadi ibukota Yunani, raja
Otto menetapkan Acropolis sebagai bangunan arkeologi
yang dilindungi. Tahun 1975 Acropolis direstorasi.
Bangunan kuno terbesar di Acropolis adalah Parthenon
Demokrasi dalam bidang politik yang kita kenal pada
saat ini merupakan salah satu sumbangan dari dinasti
Hellenislic (650-30 SM) pada zaman kekaisaran Yunani
Kuno, dimana hak-hak sipil untuk menyampaikan
pendapat secara bebas diakui. Sebagai ciri khas pola
kota Yunani Kuno yang berupa Negara kota, di
mana terdapat ruang-ruang terbuka untuk aktivitas
demokrasi dan ditandai dengan bangunan-bangunan
Negara untuk pihak eksekutif, legislatif dan
yudikatif, salah satunya adalah Acropolis. Itulah
tradisi athen yang tidak bertujuan kepada
militerisme, sehingga kota-kota di zaman Yunani Kuno
sering mendapat serangan dari bangsa-bangsa di
sekitarnya, terutama dari Persia.
Berbeda dari tradisi Spartan yang banyak terdapat
pada kota-kota abad pertengahan di kawasan Bavaria
atau Jerman sekarang yang memang menunjukkan
keunggulan bangsanya melalui kemenangan dalam
peperangan. Konsep demokrasi tersebut dirumuskan
kembali oleh ilmuwan Prancis setelah abad
pertengahan, Montesquieu (1689-1755), dalam Esprit
des Lois. Acropolis dibangun pada masa kepemimpinan
kaisar Pericles (495-429 SM) yang merupakan zaman
keemasan Yunani di Athena. Acropolis terletak pada
lokasi yang menarik pada sebuah perbukitan kota
Athena, dan dari sini dapat dinikmati pemandangan
kekawasan perdagangan Athena, Agora (sebuah pasar)
yang merupakan pusat keramaian, sehingga Acropolis
menyimbolkan dewi kebijaksanaan, keadilan, semangat
dan inspirasi penduduk Athena. Lingkungan utama
komplek Acropolis terdiri atas kuil-kuil yang
membentuk sebuah panorama kota, antara lain
Erichteion, Parthenon, Nike dan Propylaea.
Erichteion adalah sebuah bangunan kuil yang masih
baru dan sangat indah sebagai pengganti bangunan
sebelumnya yang mengalami kehancuran pada 480 SM
akibat peperangan dengan bangsa Persia yang dipimpin
Salamis. Kuil yang dibangun oleh arsitek Mnesicles
antara tahun 421-405 SM dan memiliki ukuran yang
kecil, tak beraturan, bertingkat dengan gaya kolom
ionic ini terletak pada situs yang dikelilingi oleh
hutan keramat dan tanah perkuburan. Terdapat tiga
ciri utama kuil ini,
1.yaitu adanya beranda,
2. jendela di setiap bagian dari pintu di beranda
sebelah timur dan
3. ornamen berbentuk gadis pada kolom yang berfungsi
sebagai penopang atap beranda bagian selatan. Bentuk
ini sedikit ramping dan berkesan seolah-olah sedang
menjunjung beban berupa atap.
Parthenon adalah kuil dimana terdapat sebuah patung
yang sangat besar, yang terbuat dari gading dan emas.
Parthenon merupakan bangunan yang sangat menonjol
dan merupakan pusat dari Acropolis. Parthenon
dibangun antara 447-438 SM sebagai karya dari
arsitek Ictimus (Iktinos) dan Callicrates (Kallikrates)
dan ahli pematung Phidias (Pheidias).
Bangunan
Parthenon dikatakan sebagai 'kesempurnaan terbesar
dari karya kuil Doric yang pernah di bangun', sebuah
penampilan dengan proporsi sempurna yang dihasilkan
oleh ahli maya-loka Athena. Nike merupakan kuil
terkecil yang bagi penduduk Athena dianggap sebagai
kuil pembawa keberuntungan bagi kota Athena.
Propylaea adalah bangunan berbentuk pintu gerbang
karya arsitek mnesicless, tapi pembangunannya tak
sempat diselesaikan karena terjadi peperangan dengan
bangsa Peloponnesia. Puing-puing dari bangunan
tersebut masih bisa dilihat sampai sekarang, tetapi
ada beberapa bangunan yang benar-benar sudah hilang
antara lain; Pinacotheca (sebuah gallery seni),
Theater Dionysus, Odeon (sebuah ruang musik dari
Herodes Atticus) dan Stoa (sebuah tempat berteduh
dan tempat berpameran dengan colonnade dari Eumenes).
Patung Promachos karya Pheidias yang sangat besar
dan terbuat dari perunggu dan mendominasi wajah kota.
Kota Athena, dengan Acropolis sebagai kota pertama
pada zaman Yunani Kuno yang sampai sekarang masih
bisa dilihat. Pada zaman inilah kayu mulai dipakai
sebagai bahan konstruksi bangunan dan disebut dengan
istilah Carpenty in marble.
Arsitek Romawi Marcus
Vitrivius Pollio banyak menulis tentang arsitektur
yang bersumber dari sini, yang ditulis dalam bukunya
De Architettura yang terdiri dari 10 buku. Dalam
buku itu terdapat prinsip simetri, harmoni dan
proporsi yang merupakan perluasan dari prinsip
proporsi, komposisi dan presisi dari zaman Yunani
Kuno yang disebut Entasis. Konsep ini lebih rinci
terlihat dalam bentuk orde (ornamen kolom)
arsitektur yang ditemukannya.
Orde Doric dan Ionic berasal dari zaman Yunani Kuno
yang mengambil nama dari dua kelompok suku bangsa
Yunani, yaitu Doria (Turunan Italia dan Sicilia) dan
Ionia (Turunan Asia Kecil), sebagai kelanjutan dari
orde Corinthian yang berasal dari zaman Romawi. Dan
karya Vitrivius inilah yang dikenal sebagai Histori
Clasicisme dalam teori arsitektur Continental (Eropa
daratan) yang berwujud "greeko-Roman" setelah
Renaissance. Ada beberapa bangunan lainnya di
Acropolis yang cukup menarik, antara lain:
Boulenterion; bangunan legislative, Prytaneion;
bangunan eksekutif, Haliaea; banguan yudikatif dan
Mycenaean Megaron sebagai bangunan tempat tinggal
atau rumah para pemimpin. Acropolis sampai sekarang
tetap menjadi rujukan dalam Urban Design. Arsitektur
Acropolis adalah acuan dari arsitektur berwujud
Greeko-Roman yang pernah ditolak secara formal oleh
gerakan Bauhaus di Jerman dan beberapa Negara
lainnya di daratan Eropa pada awal 1900-an dimana
telah menguasai daratan Eropa sejak abad pertengahan
setelah Renaissance. Sejatinya dasar teori
arsitektur Greeko-Roman oleh sebagian besar
sejarawan dan kritikus arsitektur dianggap sebagai
ilmu arsitektur yang paling abadi karena muncul di
sepanjang zaman, termasuk pada zaman modern sekarang
ini.
dikumpulkan dari berbagai sumber

|