banner
Foyer
. HOME
RINGKASAN KHOTBAH

Kontak Pengunjung

 

SYAIR LAGU ROHANI

 


KEGIATAN
 

Flash News

GBI INTERCON mulai tanggal 1 Juni 2010 akan mengadakan 4 kali Ibadah setiap hari Minggunya. Jadwalnya adalah :
IR 1. jam 07.00
IR.2. jam 09.00
IR.3. jam 11.15
IR.4. jam 16.30

GBI Intercon
Kompleks Intercon Plaza Blok G No.1-12
Jl. Meruya Ilir RayaNo. 14 Kebon Jeruk
Jakarta Barat. Telp. (021) 586 3208, 586 6454

Artikel Bisnis Ringan:
Pelaku Bisnis Indonesia Sukses
Tentang Reksadana
Kisah Pelaku Bisnis Sukses
Link Bisnis Investasi Kecil
Info Kerja Luar Negeri
Franchise/waralaba Indonesia
Surat-surat Berharga
Bisnis Rumah Tangga
Direktori Situs Iklan Baris Gratis
Bisnis Kaos Kreatif
Bisnis Alat Kantor
Bisnis Resto-kafe,dll
Bisnis via Facebook,Twitter,dll
Bisnis Surat Berharga
Tentang SPT Pajak
Aneka Resep Home Industry
Tender Pengadaan Barang
Electronic Procurement


 

 

 


.

Last Update :

 

 

 

 

Google

GBI INTERCON - JAKARTA
Plasa Intercon Blok G JAKARTA BARAT (RAYON 1-F)


Pertentangan Iman Kristen dan Beberapa Filsafat Dunia


Pertentangan Iman Kristen dan Beberapa Filsafat Dunia

A. Materialisme
1.Inti Pemahaman.
- Filsafat ini berpendapat bahwa semua yang ada di dunia ini atau yang eksis hanyalah materi belaka. Alam semesta ini tidak memiliki tujuan, karena setiap obyek/materi bergerak sendiri dengan tatanan hukum alam (Mechanism Materialism).
‘- Dalam hubungan dengan nilai, golongan ini beranggapan bahwa kenikmatan jasmani, rohani, kesehatan, kepuasan inderawi semuanya dapat dipuaskan dengan materi. Dan materi adalah yang paling bernilai yang dapat diupayakan dan diraih manusia.
- Sumber segala sesuatu adalah sesuatu yang dapat dipahami, dilihat, dinikmati, dirasakan yaitu materi - Golongan ini merupakan perlawanan dari gerakan rohani yang sedang marak pada waktu itu (periode Aufklarung) dan menganggap bahwa agama hanyalah wishful thinking (pemikiran yang berdasar pada khayalan, imajinasi, tipuan kejiwaan). Mereka berpendapat, ketika manusia lemah tak berdaya menghadapi permasalahan hidup, bencana alam dan lain sebagainya, lalu berusaha ‘menciptakan’ suatu wujud pribadi yang maha kuat,serba mengetahui dan serba suci yang di sebut Allah. Jadi dalam paham materialisme, dianggap bahwa manusialah yang menciptakan Allah)

Penerapan paham Materialisme.
- Segala kesuksesan hidup manusia diukur dari materi (jabatan, mobil, rumah, aset kekayaan, dll).
- Semua bentuk kepribadian manusia (masalah kualitatif) kerendahan hati, relasi, kesehatan rohani dsb selalu dikaitkan dengan benda-benda kuantitatif ( sel otak, genetika, hormonal, rangsangan luar, lingkungan sekitar,dsb)
- Sifat konsumtivisme akan benda-benda dan materi (senang berbelanja, barang mewah menunjukkan sebuah prestse dsb.
- Status kepemilikan sangat dituntut dan dihargai (surat-akta notaris, surat kuasa dll).

3. Dasar Alkitab untuk merespon.
Kisah 5:1-11.
Kehidupan jemaat mula-mula sungguh merupakan kondisi yang berlawanan dengan masyarakat umum pada waktu itu.(lihat juga ayat 32). Lalu sepasang suami istri, Ananias dan Safira juga ingin mempersembahkan hartanya, tetapi dengan motivasi salah, hanya karena sebagai orang yang baru bertobat ingin meniruv teladan orang lain, tetapi: - masih merasa sayang dengan hartanya (lihat Matius 6:20-21)
- Tamak merasa tidak rela kalau harta mereka diambil semuanya.
- motivasi salah, karena hanya ingin dihormati sebagai orang dermawan
- dengan berbohong mereka mendukakan Roh Kudus

B.RELATIVISME
1. Inti Pemahaman
– Pemahaman bahwa kebenaran itu tidak mutlak (relatif) dan berbeda menurut tiap-tiap pribadi. Tidak ada satu standar yang baku.
– Teori ini menyatakan bahwa semua pengetahuan manusia berhubungan dengan pikiran yang mengetahui, keadaan tubuh dan alat-alat indera yang menyerap pengetahuan menurut masing-masing pribadi, jadi setiap hal dikaitkan dengan penilaian subyektif si pemikir.
– Dalam kaitannya dengan etika dan norma, mereka menganut Etika Situasi dari Joseph Fletcher, yang menyatakan bahwa tidak ada kebenaran jawaban etis yang selalu sama. Semua tergantung situasi dan kondisi, sehingga keputusan etis atau norma menjadi relatif. Hanya ada satu yang mutlak, yaitu Kasih.Aliran ini adalah reaksi atas Pandangan Etika Deontologi/Peraturan dari Immanuel Kant. Etika situasi begitu teleologis, sehingga menafikkan akibat samping yang timbul.

2. Aplikasi
- Hidup semaunya sendiri, tidak suka degan peraturan
- Tolok ukur kebenaran adalah diri sendiri. Dalam mengambil keputusan ,tidak ada acuan baku, semua tergantung individu.
- Menganggap semua agama punya kebenaran masing-masing. - menganggap kebenaran seperti orang yang memandang benda dari 3 dimensi berbeda. 3.Sikap Alkitabiah. Hakim 17:6, 21;35
-Alkitab sudah membuktikan, seperti umat Israel ketika tidak ada aturan, justru kekacauan dan kejatuhan yang ada.
- Dosa manusia menjadikan dirinya tidak memiliki kebenaran lagi.
- Tanpa hukum dan aturan, norma etika menjadi relatif dan setiap orang akan membenarkan dirinya sendiri, ini kecenderungan dosa.
- Hanya Firman Tuhan yang harus menjadi sumber kebenaran satu-satunya

C.Rasionalisme
Dari kata rasio= pertimbangan/akal budi.
1.Inti - Teori filsafat ini menganggap bahwa ukuran kebenaran bukanlah didapatkan dari panca indera, tapi dari rasio dan pengambilan keputusan deduktif.
- Sumber pengetahuan satu-satunya hanyalah rasio/akal. Hanya pengetahuan yang diperoleh melalui akal lah yang memenuhi syarat yang dikehendaki oleh sifat umum dan yang mutlak dari ilmu, yaitu syarat yang dituntut oleh semua pengetahuan ilmiah. Di luar itu tidak ada kebenaran.
- Standar kebenaran satu-satunya adalah kecocokan antara hasil penginderaan dengan rasio. Kalau menurut rasio tidak logis, kebenaran itu hanyalah statement belaka.

2. Penerapan
- Pengagungan pada peranan rasio dan akal sehat. Pokoknya segala sesuatu yang tidak bisa diterima secara nalar, adalah kebohongan.
- Kehausan manusia pada ilmu pengetahuan, sehingga itu menjadi satu-satunya sasaran kehidupan bagi dirinya. Nilai-nilai sosial kemasyarakatan menjadi hambar dan tidak ada artinya lagi.
-Penolakan pada hal-hal yang bersifat metafisika, yang supranatural, adi kodrati. Karena itu mereka menolak ajaran agama. Andaikata menerima, mereka menerimanya dengan penyesuaian
- Kesombongan intelektual, merasa dirinya paling benar, paling logis daripada orang lain. 3. Sikap Alkitabiah
Kisah 17:16-34
- Seperti kelompok filsafat Epikuros dan Stoa, hal iman dan nilai reliji dianggap sebagai tipuan dan bualan saja. Mereka menuntut iman yang sesuai rasio manusia.
- Umumnya golongan ini fatalistik, bersandar pada nasib

D.HUMANISME
Dari kata Humanus=manusia
1.Inti Ajaran - Suatu aliran yang menganggap bahwa nilai-nilai manusiawi adalah paling inti, mutlak.Kebahagiaan ,martabat dan kesejahteraan umat manusia adalah paling utama.
- Semua rencana, baik moral ataupun sosial yang hendak mengurangi penderitaan manusia dan meningkatkan kesejahteraannya
Penerapan,ujud
- Gerakan sosial masyarakat adalah prioritas utama, dan adalah jawaban nyata atas kesulitan hidup manusia. - Menolak semua kepercayaan/agama yang adi kodrati, dan lebih suka pada penerapan ilmu sosial, demokrasi dalam memecahkan permasalahan hidup.

3.Sikap Alkitabiah.
Kisah 6:1-7 ; 2:41-47
- Para Rasul sagat memperhatikan masalah sosial dan kesejahteraan bagi para janda, anak yatim tetapi mereka juga memprioritaskan iman dan firman Tuhan.
- Iman harus dengan perbuatan.
- Kesaksian hidup umat percaya harus nyata dirasakan orang lain. Orang Kristen jangan menjadi batu sandungan

Ringkasan Khotbah .

Back to home

GBI INTERCON JAKARTA

 

 
editor : Eddy Sriyanto
COPYRIGHT 2005 - 2011 ARCHIPEDDY.COM

 Hidup yang memberkati, Berkat yang menghidupkan , Berkat dan Hidup.Situs berkat bagi Indonesia. Sukacita adalah ciri orang Kristen, menjadi saluran berkat sesama.

 
 

 

`