your adv. herebanner

ARCHIPEDDY

 

:
BERANDA

your adv here

 

powered by google

 

 

Google
 
 
 
logo Faux Painting

taken from: many source


..<

Banten Lama

Masjid Agung Banten Lama didirikan Sultan Maulana Hasanudin, putra Sunan Gunung Jati sekitar tahun 1560-1570. Masjid ini berada di kawasan cagar budaya, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Para turis biasanya berziarah ke makam Sultan Maulana Yusuf

Menara Mesjid.Menara mesjid terletak di halaman depan kompleks Masjid Agung. Pencapaian ke menara ini melalui anak tangga kecil yang melingkar. Dari atas menara Mesjid ini dapat melihat pemandangan lingkungan sekitar. Diperkirakan Menara ini dibuat sekitar tahun 1595-1597.

Tepat di seberang mesjid Agung terdapat sisa bangunan Surosowan. Benteng kesultanan Banten yang dahulu Gedung Kedaton Pakuwan ini didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin. Pada masa Gubernur Jenderal Hermann Willem Deandels tahun 1808, benteng ini hancur karena tembakan meriam.

Sekitar 500 meter di belakan Mesjid terdapat vihara Avalokitesvara, Kampung Pamarican. Vihara ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hidayatullah di abad 16. Dalam vihara ini teradapat tandu  patung Avalokitesvara Bodhisatva atau Dewi Kwan Im, yang oleh penduduk setempat disebut Djoli Kwan Im Hoed Tjouw. Tandu ini disimpan dalam kotak kaca.

Di belakang mesjid Agung Banten lama, terdapatMenara Mesjid Pacinaan Tinggi. Peninggalan China muslim Banten ini berupa menara dan mimbar mesjid yang kondisinya sudah kurang lengkap lagi. Ada beberapa bagian sisi menara yang telah direnovasi.

Di Dalam kawasan itu terdapat sumur tua dan makam Ratu Cong Majong, yang berada di ujung kiri mimbar. Ratu Cong adalah orang china beragama Islam yang menjadi pengurus mesjid. Selain itu masih terdapat dua makam china lain yang tidak diketahui identitasnya. Menurut penduduk setempat, sampai tahun 1976 mimbar mesjid Pacinaan ini masih utuh. Pada sekeliling mesjid tersebut masih terlihat sisa tembok. Seiring bertambahnya usia, lambat laun bangunan itu mulai rusak. Para ahli memperkirakan bahwa ciri khas bangunan asli adalah pada batu batanya. Jika batanya lebar dan tipis, berarti bangunan yang asli.

Sekitar 3 kilometer dari Mesjid Pacinaan Tinggi terdapat danau yang disebut Tasik Ardi. Danau ini digali oleh Sultan Maulana Yusuf dan berbentuk melingkar, di tengahnya terdapat tempat peristirahatan Sultan Banten.

arsip

ganjal.gif (72 bytes)

© COPYRIGHT 2005-2011 - Team Archipeddy

banner

your adv here

 

.
 

 



 

© COPYRIGHT 2005-2011 - ARCHIPEDDY

banner

banner

your adv here