Akhir 2012, Ciputra World Operasikan Gedung Perkantoran
Rabu, 12/5/2010
JAKARTA, KOMPAS.com - Prospek cerah pasar sewa perkantoran mulai dibidik oleh pengembang Ciputra World. "Akhir tahun 2012 nanti kami akan mulai operasikan gedung kantor grade A seluas 64.000 m2," kata Artadinata Djangkar, Direktur PT Ciputra Adigraha.
Artadinata mengungkapkan pihaknya sengaja tak membidik segmen strata title guna memudahkan pengelolaan. "lagi pula segemen sewa memang jauh lebih besar," kata Artadinata.
Pengembang Lippo Karawaci kini juga makin optimis menyewakan lahan kosongnya untuk keperluan perkantoran.
"Kami sediakan lahan mulai 500 m2 hingga 2.000 m2 untuk disewa sesuai kebutuhan," ujar Hernanto Tandianto, General Manager PT Lippo Karawaci Tbk yang tengah beralih ekspansi dalam memasarkan lahannya di Kemang Village.
Data Procon menunjukkan harga sewa ruang perkantoran di CBD Jakarta pada kuartal pertama tahun 2010 sekitar US$ 17,6 per m2 per bulan. Harga tersebut telah naik dibandingkan kuartal pertama tahun 2009 yang tercatat US$ 16,06 per m2 per bulan dan kuartal keempat tahun 2009 US$ 17,24 per m2 per bulan. (Nadia Citra Surya/KONTAN)
Editor: ksp
Ciputra Anggarkan Capex Rp 1,5 Triliun untuk Dua Proyek Ciputra World
Senin, 10/5/2010
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan anak usaha menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga Rp 1,5 triliun pada tahun 2010 . Belanja modal ini untuk mengembangkan proyek Ciputra World Surabaya dan Jakarta.
Direktur CTRA Tulus Santoso mengatakan, pendanaan belanja modal sudah tercukupi, baik dari internal maupun eksternal. "Pendanaan ini dipenuhi oleh masing-masing perusahaan," kata Direktur PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) Harun Hajadi dalam paparan publik PT Ciputra Property Tbk (CTRP), CTRS, dan CTRA di Jakarta hari ini (23/11 ).
Kebutuhan dana pengembangan Ciputra World Jakarta di lot 3-5 mencapai Rp 700 miliar di 2010 mendatang. Sementara kebutuhan dana CTRS untuk pembangunan Ciputra World Surabaya mencapai Rp 320 miliar.
CTRS juga memerlukan dana sekitar Rp 60 miliar untuk mengakuisisi lahan dan Rp 45 miliar untuk belanja modal apartemen Universitas Ciputra.
Sementara CTRA memerlukan dana Rp 200 miliar untuk proyek di Shenyang, China. "Kami juga perlu dana Rp 100 miliar untuk proyek baru," kata Tulus. (Wahyu Tri Rahmawati/KONTAN)
Editor: ksp
Biayai Ciputra World, Ciputra Tidak Terbitkan Obligasi
Senin, 10/5/2010
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Ciputra tidak akan menerbitkan obligasi untuk mendanai pembangunan megaproyek Ciputra World. Salah satu perusahaan properti terbesar itu akan menggunakan kas perusahaan serta pinjaman perbankan.
Menurut Direktur Pt Ciputra, Arthadinata Djangkar, total nilai mega proyek Ciputra World Jakarta senilai Rp 3 triliun, dimana total nilai kontrak dengan pihak kontraktor senilai Rp 1,055 triliun.
"Saat ini internal cash kita Rp 1,5 triliun, dan cukup untuk mendanai hingga tahun depan," ungkapnya. Karena itu tidak ada rencana untuk melakukan obligasi untuk mendanai proyek ini.
Tahun ini, CTRP menargetkan belanja modal (capex) hingga Rp 800 miliar. Sebagian besar capex akan digunakan untuk proyek Ciputra World Jakarta. "Sedangkan sisanya akan digunakan untuk renovasi hotel Ciputra di Jakarta dan Surabaya," pungkas Arthadinata. (Anna Suci Perwitasari/KONTAN)
Editor: ksp
|
|
|
|
|
|
|